Nyamar Jadi Pedagang, Pria Ini Borong 25 Ton Bawang Supaya Bisa Mudik..

Seluruh negara di dunia sekarang ini sedang gencar sekali membatasi mobilitas masyarakat agar tidak berpotensi menyebarkan virus corona.

Salah satu upaya preventif yang cukup populer saat ini, khususnya di Indonesia, adalah pelarangan mudik atau pulang kampung (tonton video Presiden bersama Najwa Shihab biar tahu perbedaan mudik dan pulang kampung, HAHA).

Namun ternyata gak hanya pemerintah Indonesia aja Gan yang membuat regulasi larangan mudik.


Hal yang serupa terjadi juga nih di India. Masyarakat disana juga kesulitan untuk keluar dan masuk dari suatu daerah ke daerah lainnya, apalagi sekadar untuk pulang kampung doang, auto dilarang.

Layaknya di Indonesia, pemerintah India juga memberikan kelonggaran untuk kendaraan truk pengangkut barang logistik agar bisa melakukan perjalanan antar daerah.

Meskipun mobilitas truk logistik itu penting, namun tidak menampikan fakta kalau hal tersebut bisa menjadi celah untuk oknum-oknum yang ingin memaksakan mudik ke kampung halaman.

Apalagi manusia kalau udah terdesak tuh rada banyak akal Gan, contohnya seperti yang dilakukan oleh pria asal India bernama Prem Murti Pandey.

Si Pandey ini emang cukup pandai juga sih dalam mengecoh petugas yang mengawasi arus mudik di India selama pandemi virus corona.

Dia punya cara brilian dengan membeli bawang sebanyak 25.520 kilogram, atau sekitar 25 ton!

Selain itu, niat Pandey untuk mudik juga semakin terealisasi setelah menyewa truk seharga 15 juta rupiah untuk mengangkut bawang tersebut.


Pandey berusaha memainkan peran seakan-akan dia adalah seorang pedagang.

Agak aneh memang melihat kenekatan Pandey tersebut. Namun usut punya usut, ternyata keinginan kuatnya untuk pulang kampung didasari karena ia merasa tidak aman tinggal di wilayah Azad Nagar yang berlokasi di Mumbai.

Ia khawatir akan terpapar virus corona jika masih bertahan di daerah tersebut. Apalagi daerah tempat dirinya tinggal terkenal dengan kepadatan penduduknya.

Alasan Pandey emang agak cukup berbeda dengan alasan warga +62 yang melakukan aktivitas mudik saat pandemi.

Singkat cerita, Pandey pun berhasil sampai ke kampung halaman. Ia sukses melakukan perjalanan sejauh 1.200 kilometer.

Sesaat setelah tiba di kampung, Pandey langsung otewe ke pasar untuk menjual bawang yang ia bawa. Sayangnya tuh bawang gak laku. Akhirnya semua bawang tersebut dibawa dan diturunkan di rumahnya. emoticon-Ngakak (S)

Walaupun berhasil mudik, ternyata dia melaporkan ke kepolisian setelah beberapa hari sampai di kampung.

Pandey ngelapor ke polisi kalau dirinya habis melakukan perjalanan mudik. Agak heran juga sih ngapain harus ngelapor, mungkin bocahnya narsistik kali ya.

Tapi bagus juga si Pandey ini ngelapor, jadi biar tetap kepantau agar penyebaran virus corona terhenti.

Akhirnya, Pandey diminta oleh otoritas setempat untuk pergi mengecek kondisi kesehatannya ke tim medis dan dihimbau untuk melakukan karantina mandiri.

Please, aksi Pandey gak usah ditiru ya. Daripada buang duit puluhan juta cuma buat mudik, mending dibeliin sembako aja buat persiapan quarantine yang masih belum jelas kapan selesainya.

Di rumah aje, oke?