Rela Kerja Banting Tulang di Rantau, Saat Mudik Istri di Kampung Malah Nikah Lagi

Pengorbanan dibalas pengkhianatan, itulah kalimat yang tepat menggambarkan kisah hidup Abah Tarya.

Di daerah perantauannya di Purwakarta, Abah Tarya bekerja banting tulang sebagai pekerja buruh bangunan. Tidak cukup sampai di situ, pada malam harinya, Abah Tarya kembali aktif bekerja, dengan memungut barang rongsokan atau pemulung.


Semua itu ia lakukan demi membahagiakan istri tercinta di kampung, di Cianjur.

Namun ironisnya, semua pengorbanan yang Abah Tarya berikan untuk orang terkasih selama ini malah tak dihargai dan disia-siakan.

Bahkan ketika menginjakkan kaki ke rumahnya di kampung halaman, Abah Tarya dihadapi pil pahit. Istrinya enggan bertemu dengannya, Abah Tarya bahkan diceraikan oleh sang istri karena telah menikah lagi dengan laki-laki lain.

“Saya juga itu pulang ke Cianjur, nah pas pulang di Cianjur tiba-tiba istri malah minta cerai,” ucap Abah Tarya dalam video yang diunggah oleh akun Facebook mantan Bupati Purwakarta, Dedi Mulyadi, dilansir Merdeka.com.

Atas insiden itu, mau tidak mau Abah Tarya angkat kaki dari rumah yang sudah ditempati sang istri bersama suami barunya, dan kembali mengadu nasib di Purwakarta.


“Sebenarnya tidak diusir, daripada sekarang tetap malu karena istri nikah lagi, jadi mending saya kembali lagi ke Purwakarta,” terangnya kepada Dedi Mulyadi.

Dengan penghasilan sebesar Rp 20.000 sampai Rp 40.000, Abah Tarya bertahan hidup di sana.