Abaikan Salah Satu Ritual "Mistis", Rampok ini Akhirnya Ketangkap dan Tiga Kawannya Tewas

Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Barat, Kompol Teuku Arsya Khadafi mengungkapkan lima kawanan perampok asal Demak, Jawa Tengah yang belum lama ini berhasil merampok toko emas Pelita di Pasar Kemiri, Kembangan, Jakarta Barat, menggunakan ritual tertentu dalam aksinya.

Selama empat kali beraksi, kawanan perampok yang menamakan Kelompok Wetonan ini menjalani ritual yang diklaim dapat memuluskan setiap aksinya.


“Wetonan karena ada satu kepercayaan yang mereka anut,” kata Kompol Arsya.

Adapun ritual itu, yakni selalu beraksi di tanggal enam.

“Jadi sifat kaya kejawen. Di Kemayoran juga tanggal enam dan beberapa tempat lain tanggal enam,” lanjut Kompol Arsya.

Selain itu, ritual lain yang juga selalu mereka lakukan dalam setiap aksinya, ialah pergi ke wilayah Jawa Tengah.

“Setiap selesai lakukan kejahatan mereka harus berangkat ke Jawa Tengah. Di mana pun mereka merampok itu harus masuk Jawa Tengah agar buang sial dan tidak tertangkap,” terang Kompol Arsya.

Namun di aksi terakhirnya ini, ritual tersebut tak bisa mereka terapkan lantaran adanya kebijakan Pembatasan Sosial Bersakala Besar (PSBB) maupun karantina mandiri di sejumlah wilayah akibat pandemi corona.

Akibatnya, Kelompok Wetonan tersebut tertangkap pada Minggu (12/4/2020) di tempat persembunyiannya, di kawasan Sawangan, Depok, Jawa Barat.

Aksi penangkapan kelima perampok ini pun lantas diwarnai adu tembak oleh personel Satreskrim Polres Metro Jakarta Barat, karena terjadi perlawanan.

Tiga dari lima pelaku tewas di tempat akibat penembakan tersebut.

“Kelompoknya ada lima orang semuanya ngelawan ada tembak-tembakan dan tiga meninggal. Jadi, tiga ditembak langsung meninggal,” ungkap Kompol Arsya.

Tiga perampok tewas itu bernama Andre (20), Riski (21) dan Tugiman (47). Sedangkan dua pelaku lain bernama Agus (23) dan Partono (49). Demikian mengutip TribunJakarta.com, Selasa (14/4).