Lagi Nyamar Jadi Orang Biasa, Pak Kapolsek ini Malah Jadi Korban Jambret

Menangkap pelaku tindak kejahatan atau kriminal bukanlah perkara yang mudah bagi pihak kepolisian. Dibutuhkan waktu dan kesabaran, serta kerja ekstra. Terlebih bagi pelaku yang sangat mahir ketika beraksi. Sehingga tak jarang pula hal ini membuat anggota polisi terjun langsung, melakukan aksi penyamaran.

Itu pula yang baru ini dilakukan oleh Kapolsek Matrama, Jakarta Timur, Kompol Tedjo Asmoro. Kapolsek menyamar sebagai warga biasa pada Kamis (26/3/2020) malam sekitar pukul 21.30 WIB.


Namun di tengah aksi penyamarannya, Kapolsek justru jadi sasaran jambret. Smartphone mahalnya bermerk iPhone dijambret oleh salah seorang pengendara sepeda motor pada saat itu.

Tapi setelah usut punya usut, Kapolsek ternyata memang sengaja mengumpankan handphonennya di tengah penyamarannya itu. Karena, pelaku penjambret yang terindetifikasi bernama Wawan Fachrurozi adalah target utama dalam misi penangkapannya.

“Karena banyak laporan aksi pencurian disertai pemberatan (curat) atau jambret saya menyamar jadi warga,” ucap Kapolres.

Dan aksi penyamarannya itu pun membuahkan hasil. Melalui GPS yang telah diaktifkan, Kapolsek bersama jajarannya dapat melacak keberadaan ponsel tersebut.

“Tersangka Wawan lebih dulu diamankan berdasarkan hasil rekaman CCTV di lokasi kejadian,” ungkap Kapolsek.

“Lalu dari GPS kita amankan seorang penadah di kawasan Johar Baru,” lanjut Kapolsek.

Dalam kasus ini, polisi mengamankan empat orang. Yakni tersangka utama, Wawan, beserta tiga orang penadah bernama Entis Saputra, Deni Dimyati, dan Toni, melansir TribunJakarta.com.

“Jadi handphone saya sudah tiga kali berpindah tangan, yang terakhir dijual seharga Rp 4,5 juta,” terang Kapolsek.