2 Hari Dipasang, Tempat Sabun di Ruang Publik Jember untuk Cegah Corona Dicuri


Kesadaran warga untuk bersama-sama melawan penyebaran virus Korona, nampaknya masih harus ditingkatkan. Hal ini seperti yang terjadi di Jember.

Guna mencegah penyebaran virus Korona, Pemkab Jember melakukan sejumlah antisipasi. Di antaranya dengan memasang wastafel atau tempat cuci tangan di sejumlah titik yang ada di ruang publik. Namun baru dua hari dipasang, salah satu tempat sabun cair tersebut sudah raib, diambil tangan tidak bertanggung jawab.

"Jadi sejak Sabtu (21/03), ibu Bupati Faida memasang tempat cuci air atau wastafel beserta tempat sabunnya, di enam titik. Selain sabun cair, kita siapkan juga tisu dan tempat sampah," ujar Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Jember, Gatot Triyono, selaku jubir Pemkab Jember, saat dikonfirmasi wartawan, Selasa (24/03).

Semula, Pemkab Jember berharap, dengan adanya pemasangan wastafel tersebut, masyarakat akan terbantu untuk mencuci tangan. Langkah sederhana ini sebagai salah satu upaya mencegah penyebaran virus tersebut.

Salah satu titik yang dipasang adalah di sebelah selatan Alun-Alun Kota Jember, berdekatan dengan kantor Pos. Namun saat dikontrol pada Hari Senin (23/03) malam, tempat sabun itu sudah tidak ada.

"Ya Alhamdulillah, baru dua hari, sudah ada yang hilang. Tempat sabun dan isinya (sabun cair)," lanjut Gatot setengah berkelakar sembari tertawa.

Pemasangan dan kontrol dilakukan oleh Bagian Umum Pemkab Jember. Setidaknya, tiga kali dalam sehari, pegawai Pemkab Jember selalu mengisi ulang air bersih untuk cuci tangan. Mereka juga mengisi ulang sabun cair jika sudah hampir habis.

"Tadi pagi sudah kita ganti tempat sabun yang hilang itu. Kita juga akan terjunkan petugas Satpol PP untuk mengawasi tempat cuci air tersebut," tambah Gatot.

Petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) yang diterjunkan memang tidak sekedar untuk mengawasi tempat sabun dan wastafel agar tidak dicuri atau dirusak tangan-tangan jahil. Mereka juga berpatroli untuk membubarkan kerumunan warga yang membandel dari anjuran pemerintah. Yakni anjuran agar warga menahan diri di dalam rumah.

Meski demikian, Gatot menegaskan dibutuhkan kesadaran warga untuk bersama-sama menjaga fasilitas cuci tangan tersebut.

"Yang pasti dan yang utama, kita berharap ada kesadaran warga. Karena ini untuk kepentingan bersama, mencegah penularan virus korona. Kan tidak mungkin petugas berjaga 24 jam," tegas Gatot.

Selain itu, Pemkab Jember juga berencana menambah jumlah wastafel yang dipasang di ruang publik. "Sekarang baru 6 titik, nanti akan kita tambah. Tapi persisnya di mana yang akan dipasang lagi, saya belum tahu persis informasinya. Masih di bahas," pungkas Gatot.