Panik dan Bingung, Wanita Ini Semalaman Tidur di Samping Jasad Bayi yang Baru Dia Bunuh


erkuak sudah teka-teki penyebab kematian bayi yang mayatnya ditemukan terkubur di belakang rumah Sri (30), janda asal dusun Kedungbulus, desa Sumberkembar, Kecamatan Binangun, kabupaten Blitar.

Setelah sempat mengelak saat dituduh membunuh bayinya, Sri akhirnya membuat pengakuan.

Dia mengaku telah membunuh bayi laki-laki yang dilahirkannya itu. Setelah membuat pengakuan ini, dia pun ditahan, Rabu (5/2/2020) siang.

"Memang, kami amankan sejak Kamis (30/1/2020) lalu, namun baru kami tetapkan penahanannya, mulai hari ini, Rabu (5/1)," ujar AKP Shodiq Effendi, Kasat Reskrim Polres Blitar.

Penetapan tersangka dilakukan polisi setelah mendapat hasil otopsi terhadap mayat bayi. Dari otopsi itu ditemukan luka lebam di dahi, kepala belakang, dan leher bayi.

"Dengan bukti itu, dia tak bisa mengelak lagi. Selain itu, kami juga menunggu pemulihan kesehatannya. Selama ini, ia memang tak kami tahan, namun menjalani perawatan buat pemulihan kesehatannya sehabis melahirkan. Begitu sudah pulih atau sehat, baru kami tahan," paparnya.

Kepada petugas, Sri mengaku bingung dan panik.

Itu bermula dari perutnya mules dan sakit yang luar biasa, Selasa (28/1) malam atau menjelang tengah malam.

Karena sudah punya dua anak, ia sadar kalau sakit perutnya itu bukan sakit biasa. Dirinya akan melahirkan.

"Akhirnya, malam itu, dia mengaku lari ke kamar mandi, dan mengerang kesakitan, hingga akhirnya melahirkan," paparnya.

Begitu melahirkan bayi laki-laki, Sri mulai panik. Lebih-lebih, bayinya itu terus menangis sehingga membuatnya kian panik.

Meski tinggal serumah dengan orangtua dan anaknya, namun tak ada yang tahu perihal persalinannya. Ia menyembunyikannya. Malah, ia khawatir, ada tetangganya yang mendengar, karena jarak antarrumah tetangga mepet.

"Katanya, orangtuanya tak tahu, karena sudah tidur, meski bayinya menangis," paparnya.

Karena bayi itu tak bisa diam dan terus menangis, rasa takutnya kian tak terbendung.

Akhirnya, bayi tak berdosa itu disiram air dari bak mandi. Namun, bayi itu tetap menangis.

Dalam kondisi panik yang sudah tak terkendali, ia mencekik bayi itu menggunakan kain hingga meninggal dunia.

"Namun, Sri kembali bingung, untuk menyembunyikan jasad bayinya, agar orangtuanya tak tahu. Akhirnya, jasad bayinya dibungkus dengan kain pantai itu, dan dibawa ke kamar tidurnya," ujarnya.

Malam itu, ia tidur di sebelah jasad bayinya itu. Dan, baru terbangun, Rabu (28/1) pagi atau sekitar pukul 07.00 WIB.

Di saat terbangun itu, ia kembali bingung, dan mencari kesempatan, agar orangtuanya tak tahu. Begitu ayah dan ibunya pergi ke ladang, Sri menggali tanah sendirian di belakang rumahnya. Selanjutnya, jasad bayinya itu dikuburkan.

"Orangtuanya tak curiga karena memang tak tahu. Sebab, selama dua hari itu, ia lebih banyak di kamarnya," paparnya.

Dua hari kemudian, Kamis (30/1) siang, kasus itu terbongkar karena warga curiga akibat perutnya Sri mendadak mengempes namun tak diketahui bayinya.

Memang, kabar hamilnya Sri itu diketahui banyak orang. Karena warga curiga itu, akhirnya bersama petugas mencari ke belakang rumah Sri, dan ditemukan kuburan di belakang rumahnya, Kamis (30/1) lalu.

"Sri mengaku kalau itu bayinya. Namun, dia belum mengaku kalau membunuhnya. Katanya, bayi sempat menangis sebentar saat dilahirkan. Tak lama kemudian, meninggal dunia," tuturnya.

Ditambahkannya, ia sampai nekat seperti itu karena panik akibat melahirkan bayinya. Sementara, ia janda, sehingga malu. Ditambah, pria yang menghamilinya tak bertanggungjawab.

"Si pria sudah kami periksa. Namun, tak tahu apa-apa soal peristiwa itu. Cuma, ia pernah menyuruh agar kandungannya digugurkan saat usia tiga bulan. Namun, Sri tak mau," pungkasnya.