Kena Hoaks Daging Tikus, Pedagang Bakso ini Merugi.. Pelakunya Tersenyum Sambil Minta Maaf


Sugeng, pedagang bakso di Madiun, Jawa Timur menjadi korban hoaks daging tikus. Polisi pun turun tangan, hingga akhirnya hasil laboratorium pengujian bakso Sugeng keluar dan hasilnya negatif.

Pedagang bakso asal Desa Kedungmaron, Kecamatan Pilangkenceng, Kabupaten Madiun itu bersyukur. “Alhamdulillah hasilnya negatif, terimakasih Polres Madiun atas gerak cepatnya,” kata Sugeng dengan sumringah usai konferensi pers di Mapolres, Jumat lalu.

Rumor daging tikus yang ada dakam baksonya viral hingga membuat omzet Sugeng terjun bebas.Sebelumnya Sugeng biasa mendapatkan omzet Rp1,5 juta. Namun setelah hoaks itu bergerilya di masyarakat, baksonya hanya laku Rp15 ribu. Dengan kata lain, satu hari Sugeng hanya dapat satu pembeli.

Hasil laboratorium tadi membawa harapan cerah bagi Sugeng untuk memperbaiki usahanya. “Harapan saya semoga omzetnya kembali normal,” tutur Sugeng.

Penyesalan hanya ada di akhir, dua warga Pilakenceng pertama yang menyebarkan kabar bahwa bakso Sugeng mengandung daging tikus, Ajeng dan Dila, meminta maaf pada Sugeng dan warga Madiun, terutama di Kecamatan Pilangkenceng.

“Saya minta maaf, kepada Mas Sugeng, saya sangat menyesal,” kata Ajeng dan Dila.

Tanpa niat dan tanpa disangka-sangka video di status WhatsApp Ajeng dan Lila menggemparkan Madiun. Dengan dalih cuma mengingatkan teman-temannya untuk jangan jajan sembarangan.