Ada Penumpang yang Buang Hajat di Jok! Baunya Gak Hilang-Hilang, Driver Ojek Online ini Terpaksa Ganti Kulit Jok Motornya


Setiap pekerjaan pasti memiliki suka dan dukanya. Begitu pun dengan orang-orang yang menggeluti profesi sebagai tukang ojek online. Terlebih, dalam setiap harinya mereka berjumpa dengan penumpang yang berbeda-beda.

Namun untuk kisah yang dialami oleh driver ojol baru-baru ini sepertinya lebih mengarah ke duka, bahkan apes.

Bukan karena adanya pembatalan, tapi suatu kejadian yang tak pernah ia bayangkan sebelumnya. Dimana salah seorang penumpangnya membuang hajat di atas jok motornya.

“Dari awal firasatku sudah tidak enak dan ternyata bapake kecirit,” tulis sang driver dalam sebuah grup WhatsApp khusus rekan-rekan sesama ojol.

Dijelaskan lebih lanjut oleh driver bernama Mahfud Akbari, 25 tahun ini, penumpang tersebut order melalui anaknya pada Selasa (11/2/2020) sekitar pukul 13.30 WIB, untuk diantarkan ke rumahnya, seperti dilansir wartakota.

“(Mohon maaf), dari waktu pertama kali ngomong sudah tercium bau tidak sedap,” kata Mahfud.

“Saya sempat menanyakan apakah buru-buru, lalu dia menjawab tidak, setelah itu saya langsung mengantar saja,” lanjutnya.

Selama di jalan, diakui Mahfud, tubuh bapak-bapak yang dirahasiakan identitasnya itu gemetaran. Hal itu semakin terasa lantaran Mahfud menjalankan sepeda motornya dengan kecepatan rendah.

“Saat di jalan, bapaknya seperti gemeteran tiap saya menarik gas sampai menarik jaket saya seperti mau jatuh ke belakang. Padahal maksimal saya mengendarai motor hanya 30km/jam.”

“Setelah sampai di rumahnya, bapak itu turun pelan-pelan sambil melepas helm dan bilang sudah membayar pakai GoPay,” ujarnya.

Hingga di titik itu, Mahfud masih belum menemukan ‘barang bukti’ tersebut. Sampai akhirnya, Mahfud turun dari motor untuk menaruh helmnya di jok.

“Waktu saya mau membuka jok untuk masukin helm kok ada itu beneran,” terang pria berdomisili di Yogyakarta tersebut


“Akhirnya saya selesaikan orderannya, setelah itu langsung menuju ke rumah teman saya untuk mencucinya.”

Apesnya lagi, meski Mahfud telah mencuci jok motornya menggunakan sabun pewangi bahkan hingga dilakukan berkali-kali, aroma kotoran itu masih melekat di jok motornya.

Akhirnya, mau tidak mau Mahfud harus merogoh koceknya untuk mengganti kulit jok motor.


“Keadaan motornya saat ini sudah aman,” ia mengakhiri.