Ini Aset Mantan Istri Sule untuk Anak-anaknya


Mantan istri Sule, Lina Jubaedah, meninggalkan sejumlah aset untuk anak-anaknya. Keputusan itu diambil Lina semenjak ia menjalani proses cerai dengan Sule.

Pengacara Lina saat proses cerai, Abdurrahman Pratomo, mengatakan aset tersebut diberikan Lina kepada Rizky Febian dan Putri Delina, dua buah hati dari pernikahannya dengan Sule.

“Waktu dalam proses cerai diobrolkan (aset) akan diberikan Iky (nama panggilan Rizky Febian) dan Putri,” kata Abdurrahman seperti dilansir dari kumparan, Minggu (12/1).


Abdurrahman menjelaskan beberapa aset yang diberikan Lina kepada Iky dan Putri. Salah satu aset yang Lina berikan adalah kos-kosan.

“Enggak terlalu ingat jelas. Ada kos-kosan di Telkom University. Satu bangunan ada 32 kamar,” ucap Abdurrahman.


Selain itu, Abdurrahman menyatakan ada tanah seluas 2 hektare yang terletak di Pengalengan. Kemudian, lanjut dia, Lina memiliki aset berupa rumah dan ruko.

“Rumah di Villa Bandung Indah dan Panyawangan, serta ruko,” ujar Abdurrahman.


Setelah bercerai dari Sule, Lina menikah dengan Teddy Pardiana. Teddy jarang berkomunikasi dengan anak-anak Lina.

Iky mengatakan komunikasinya dengan Teddy baru terjadi usai Lina meninggal dunia. Teddy mengajak pelantun ‘Kesempurnaan Cinta’ itu untuk bertemu.

"Beliau berani chatting itu, ya, setelah mama meninggal dunia. Barulah adachatting. Itu pun kemarin. Itu juga menceritakan ingin ketemu untuk bicarakan aset ini-itu segala macam,” kata Rizky Febian saat ditemui Bekasi, Jawa Barat, Rabu (8/1).


Teddy membenarkan bahwa ia ingin membicarakan soal aset kepada Rizky Febian. Sebab, hal itu merupakan amanah dari Lina.

“Ada amanah seperti tanah, sertifikat rumah, perhiasan, kos-kosan. Kan itu hak anak-anaknya. Terutama buat Iky dan Putri, itu yang dibicarakan,” kata Teddy saat ditemui di Polrestabes Bandung.

“Saya akan serahkan dulu ke Iky dan Putri. Kebijaksanaannya seperti apa dari mereka. Kalau saya ambil kan itu bukan hak saya. Barang-barang bunda juga saya serahkan ke Iky,” lanjutnya.

Teddy mengungkapkan aset yang ditinggalkan Lina masih terkelola baik. Tak ada satupun aset Lina yang terjual, termasuk ruko dan kos-kosan.

Lina meninggal dunia pada 4 Januari lalu. Mantan istri Sule ini jatuh pingsan usai salat Subuh di kediamannya bersama Teddy di Jalan Neptunus, Kompleks Margahayu Raya, Bandung, Jawa Barat.

Ia kemudian dibawa ke Rumah Sakit Al Islam, Bandung, Jawa Barat. Namun sesampainya di rumah sakit, Lina dinyatakan meninggal dalam perjalanan.

Lina kemudian dimakamkan di pemakaman keluarga Teddy yang terletak di Jalan Sekelimus Utara I nomor 25, Bandung, Jawa Barat. Namun berdasarkan kesepakatan keluarga, makam Lina dipindahkan ke TPU Nagrog, Ujungberung, Bandung.

Pemindahan lokasi makam Lina dilakukan agar akses keluarga untuk berziarah menjadi mudah.


Meninggalnya Lina menjadi perbincangan karena Iky melapor ke Satreskrim Polrestabes Bandung, Jawa Barat, pada 6 Januari lalu. Ia merasa ada kejanggalan dalam kematian sang ibu.

Atas laporan Iky, polisi telah melakukan olah TKP di kediaman Lina dan Teddy di Kompleks Margahayu Raya, Bandung, Rabu (8/1). Dalam olah TKP itu, polisi mengamankan sejumlah barang, yakni CCTV, komputer PC berwarna hitam, dan ponsel milik Lina.

Polisi melanjutkan proses pembongkaran makam untuk dilakukan autopsi terhadap jenazah Lina pada Kamis (9/1).

Hasil dari autopsi atas jenazah Lina kemungkinan baru bakal diketahui dalam dua pekan ke depan. Polisi akan melakukan serangkaian proses, termasuk toksikologi di Puslabfor Mabes Polri.

Teddy mengatakan bahwa sang istri wafat karena penyakit asam lambung yang diidapnya.