Ritual Bercinta di Gunung Kemukus dan 'Jebakan Batman' di Dalamnya..!!!


BeneranBerita - Nama Gunung Kemukus pastinya sudah tak asing bagi para penggemar atau pegiat cerita misteri.

Gunung Kemukus adalah sebuah daerah di dekat Sumberlawang, Kabupaten Sragen, Jawa Tengah. Di sinilah para pencari ‘berkah’ melakukan ritual yang dikenal kontroversi. Berhubungan badan dengan pasangan yang tak dikenalinya.

Ya, para pencari berkah itu biasa disebut sebagai peziarah. Mereka datang dari berbagai pelosok untuk menjalankan ritual berhubungan badan yang sudah terjadi sejak bertahun-tahun lamanya.

Siapapun peziarah yang datang, entah orang baru atau yang sudah berpengalaman, akan disuguhi kata kunci pertama. “Piyambak mawon, Mas?” atau “Piyambak mawon, Mbak?” yang artinya, Sendirian saja, Mas atau Mbak?

Kata kunci ini sebagai awalan dari ritual. Jika peziarah memang datang sendiri, ia bisa langsung ‘PDKT’ dengan si penanya tadi. Biasanya PDKT akan dilanjutkan ritual hubungan badan pada malam harinya.


Peziarah tak mesti laki-laki. Banyak pula kaum perempuan yang datang ke tempat ini. Itulah yang kadang menjadi ladang empuk bagi pria hidung belang yang menyamar jadi peziarah untuk sekedar mencari kesenangan.

Dengan gaya lugu mereka selalu mengaku pada siapa saja bahwa mereka juga peziarah dari jauh dan baru pertama kali datang ke Kemukus. Peziarah baru yang belum kenal medan Kemukus banyak yang kena ‘jebakan batman’ alias tertipu.


Bukan hanya lelaki iseng, Gunung Kemukus juga jadi ladang basah para pekerja penjaja tubuh.

Suhadi, salah satu peziarah yang mengaku sering datang ke sini bilang, pada umumnya peziarah menghindari berhubungan badan dengan perempuan sewaan. “Kalau sudah dua-tiga kali ke sini, baru kita tahu mana peziarah asli, mana wanita pelat kuning yang memang mangkal di Kemukus,” katanya.

Bukan hanya karena ini berarti harus dikeluarkannya biaya ekstra, tapi juga karena dengan wanita begituan kelanggengan hubungan sulit dipertahankan. “Bisa saja malam ini dia tidur dengan kita, tapi bulan depan main dengan orang lain,” cerita seorang peziarah. “Maklum, namanya juga wanita bayaran.”

Asal usul Gunung Kemukus tak bisa dilepaskan dari figur Pangeran Samudro.

Sebuah versi cerita menuliskan Pangeran Samudro merupakan keturunan dari raja terakhir kerajaan Mataram Kuno yang melarikan diri dari serangan musuh bersama selir ayahandanya yang bernama Nyai Ontrowulan dan bersembunyi di wilayah Gunung kemukus.

Dikisahkan keduanya melakukan hubungan yang dilarang. Usut punya usut kisah tersebut beredar di kalangan masyarakat bahwa sesiapa yang melakukan hubungan badan yang lebih keji atau lebih memalukan di tempat tersebut maka akan mendapatkan berkah atau keberhasilan baik berupa harta kekayaan, kedudukan dan jabatan, maupun jodoh.