Hasil Laut Asal Indonesia ini Memiliki Harga Jual yang Sangat Mahal !!!


BeneranBerita - Indonesia merupakan negara maritim yang memiliki hasil laut melimpah. Luasnya lautan Indonesia dapat mencukup kehidupan seluruh rakyat Indonesia bila dikelola dengan baik.

Bukan rahasia lagi bahwa banyak sekali kapal asing yang langganan mengambil hasil laut kita setiap tahunnya. Dan tentu saja hal tersebut disebabkan kekayaan laut yang kita miliki.


Percaya tidak kalau nelayan yang tinggal di pulau-pulau kecil Indonesia itu bisa hidup sejahtera padahal sehari-harinya hanya melaut. Perlu diketahui bahwa sebenarnya mereka bisa sejahtera karena hasil laut kita yang tidak ternilai. Seperti di bawah ini ada tujuh hasil laut Indonesia yang harga jualnya selangit di luar negeri.

Inilah hasil laut Indonesia yang harganya sangat mahal !!!

Ikan sidat


Mungkin tak banyak masyarakat yang familiar dengan ikan jenis ini ya, namun nama sidat sudah sangat dikenal di kalangan pecinta ikan. Ikan yang bentuknya serupa dengan belut ini memiliki sirip di bagian kepalanya. Ikan ini sangat mudah beradaptasi di habitat baru selama air tinggalnya bersifat payau, entah itu asli air laut atau air tawar yang telah diberi campuran.

Untuk bisa mendapatkan ikan ini kalian harus merogoh kocek sebesar Rp 2,5 sampai 7 juta per kilogramnya. Dan ingat itu hanya untuk membeli benihnya saja bukan sidat dewasa. Mengetahui potensi bisnis yang lumayan, saat ini masyarakat mulai membuat budidaya ikan sidat agar nantinya mendapat hasil menguntungkan.

Teripang kering


eripang adalah salah satu hasil laut Indonesia yang terkenal memiliki khasiat tinggi. Selain digunakan sebagai bahan makanan seperti halnya sup, teripang ini juga sangat ampuh mengobati berbagai macam penyakit. Rasa yang enak serta khasiat tinggi itulah yang membuat harganya sangat mahal. Bayangkan saja untuk satu kilogram teripang kering nilainya bisa mencapai Rp 200 ribu sampai Rp 3 juta. Tentunya harga itu dibandrol melihat jenis barangnya terlebih dahulu.

Penggolongan teripang sendiri ada 3 tipe, yaitu tipe A, tipe B, dan tipe C. Untuk tipe yang paling mahal biasanya sampai menyentuh harga Rp 3,8 juta per kilogram nya. Harga ini juga tentunya sebanding dengan kesulitan nelayan mencarinya yang biasanya mereka pergi pada malam hari sampai subuh untuk menyisir laut kering menggunakan penerangan seadanya. Terkadang mereka juga harus menyelam sekian meter jika ingin menemukannya.

Ikan Napoleon


Ikan napoleon bisa dibilang merupakan primadonanya laut Indonesia yang selalu diburu oleh nelayan asing, khususnya kapal Hong Kong. Konon etnis tionghoa menganggap ikan ini dapat membawa keberuntungan, itulah mengapa penyajiannya menjadi wajib di hari besar tertentu. Dan di manakah mereka bisa mendapat napoleon dalam jumlah besar? Indonesia punya itu semua.

Nilai untuk satu kilogram ikan napoleon bisa tembus sampai harga Rp 600 ribu sampai Rp 1 juta. Bayangkan saja bila nelayan kita berhasil menangkap yang berukuran besar, berapa kira-kira harga jualnya? Selain itu saat ini banyak nelayan kita yang juga mulai membudidayakan spesies ini dalam karamba.

Ikan kerapu


Sama dengan ikan napoleon, ikan ini juga yang selalu ditunggu-tunggu oleh pembeli dari Hong Kong karena banyak diminati masyarakatnya. Setiap tahunnya ikan jenis ini juga mengalami peningkatan dalam hal nilai jual di pasaran asing maupun domestik.

Untuk jenis kerapu yang biasa, kita bisa merogoh kocek sekitar Rp 350 ribu per kilogram. Sementara untuk jenis tertentu, harganya bisa dibilang sangat tidak logis. Penurut para pengamat, harga satu ekor kerapu bebek di pasaran asing saat ini bisa mencapai Rp 3 juta sampai Rp 4 juta. Itulah mengapa di banyak karamba nelayan pastilah terdapat ikan jenis ini.

Ikan tuna sirip kuning


Primadona lainnya yang sedang naik daun adalah ikan tuna sirip kuning atau biasa dikenal dengan nama yellowfin. Ikan yang banyak ditemukan di Kabupaten Halmahera Utara wilayah Maluku ini nilainya bisa mencapai Rp 1,2 juta per kilogramnya. Kira-kira berapa rupiah yang harus dikeluarkan untuk mendapat seekor yellowfin dengan berat 3 kg? Tentunya sangat tinggi dan menguntungkan bila nelayan kita berhasil memancingnya.

Dan menurut pemerintah daerah setempat bahkan pernah ada nelayan yang bisa mendapatkan tuna sirip kuning dengan total berat 102 kilogram dan bila di rupiahkan setara dengan Rp 300 juta. Cukuplah bila ingin digunakan untuk membeli kapal baru ya.

Lobster


Kalau yang satu ini memang sudah dikenal memiliki harga tinggi sedari dulu meskipun di pasaran sifatnya fluktuatif. Untuk jenis lobster mutiara saat ini harganya bisa dijual mulai harga Rp 845 ribu/ kg bila memang total berat keseluruhan lebih dari 1 kilogram. Sementara bila ukuran lobster tidak mencapai 1 kg, maka harganya juga berubah.

Misalnya saja untuk yang bobotnya 0,3 kg sampai 0,5 kg dibandrol dengan harga Rp 340 ribu saja. Ada pula jenis lobster yang harganya tidak terlalu tinggi, seperti misalnya jenis lobster pasir. Untuk jenis ini, harganya hanya sekitar Rp 275 ribu sampai Rp 360 ribu. Tak hanya lobster dewasa yang dibandrol dengan harga tinggi, benihnya pun dijual dengan harga Rp 25 ribu per ekornya.

Akar bahar


Selain ikan, juga ada hasil laut lain yang disebut-sebut memiliki nilai jual yang tinggi yaitu akar bahar. Akar ini bias ditemukan di laut dalam kedalaman tertentu dan pasti sangat sulit untuk mendapatkannya. Biasanya akar bahar dipasarkan saat sudah diolah menjadi aksesoris seperti gelang maupun cincin.

Harga satu gelang akar bahar ini bisa sekitar Rp 250 ribu sampai Rp 450 ribu, yang pasti tidak kalah dengan harga perhiasan di pasaran. Gelang dari akar ini dibandrol dengan harga tinggi sebab katanya memiliki khasiat untuk menghalau penyakit pada tubuh seseorang. Namun karena jumlahnya saat ini sudah semakin langka, masyarakat sudah tidak diperkenankan pengambil akar yang kondisinya masih bagus di laut.

Itulah beberapa contoh hasil kekayaan laut Indonesia yang harganya mahal. Masih ada banyak lagi juga hasil laut Indonesia yang harganya mahal-mahal.

Semoga semua kekayaan laut kita dapat dimanfaatkan dan jangan sampai dicolong oleh negara lain.

Sumber Tulisan: boombastis